Strategi Memetik Emas


 Siapa yang tidak mengenal olimpiade, kejuaraan yang dikatakan bergengsi ini sudah menyebar luas di pelosok  daerah nusantara. Setiap sekolah akan bekerja keras agar sekolahnya lolos ke tingkat yang lebih tinggi. Kitapun mendengar kalau Olimpiade Sains Kota (OSK) sudah di gelar. Banyak sekolah yang sudah dari lama mempersiapkan pembinaan dan pelatihan untuk menghadapi OSK. Begitu banyak strategi dan cara jitu yang sekolah-sekolah tempuh demi di kalungkannya mendali-mendali di leher para peserta didik mereka.

Semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan juara.Akan tetapi, sekarang tergantung dari minat dan usaha yang dipersiapkan.”Kalau sudah ada minat dan tekad yang kuat, kita kesananya akan lebih enjoy dan tidak mudah menyerah” tutur Reza Azhari yang pernah berpengalaman mengikuti olimpiade. Pemuda yang lebih akrab dipanggil Reza itu pernah mengikuti olimpiade sampai tingkat provinsi, dia gagal melanjutkannya karena saingan yang yang dihadapi cukup berat, yaitu senior nya sendiri yang sudah lebih jago dan lebih berpengalaman.

Pemuda berdarah Makasar itu memilih untuk menggeluti bidang Matematika. Dia merasa ada ketertarikan tersendiri di bidang matematika, selain Reza memang menyukai Matematika , ia juga menututurkan ” Matematika itu lebih menantang dan ada rasa penasaran yang hebat bila kita belum memecahkan jawabanya. Itu dia asyiknya. ” Ini menunjukan kita harus memilih pilihan yang tepat serta seuai dengan ketertarikan dan bakat yang kita milliki. Bukan karena asal ikut-ikutan teman saja. Karena, pilihan yang tepat itu untuk mempelancar kita kedepannya, agar tidak ada kesulitan yang menghampiri.

Kesuksesan yang di raih di ajang Olimpiade kelak ,berawal dari menumbuhkan minat dan tekad yang kuat. Selain itu , seorang siswa juga harus aktif mencari tutor atau pengajar yang sesuai dengan bidang yang di geluti. Proses pembelajaran juga dapat dilakukan dengan belajar kelompok seperti mengerjakan soal bersama-sama, bertukar ilmu, dan saling memotivasi. Persiapan yang matang juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Proses pembelajaran atau pelatihan harus di mulai dari jauh hari, agar kelak akan lebih terasah kemampuannya dan siap menghadapi soal-soal dalam berbagai tipe.          Keberhasilan juga tak luput dari dukungan orang tua dan orang-orang terdekat. “Setiap malam suka dibuatin susu oleh Ibu saya apabila saya belajar sampai larut malam, dan semua buku yang dapat membantu dalam proses belajar saya, semuanya dibeliin,” tutur Reza ketika ia menceritakan bentuk dukungan orang tuanya. Menurut Reza, bentuk perhatian dan motivasi orang tua sangatlah penting untuk mempertahankan semangat anak selama proses pembelajaran. Selain itu si anak pun  tidak mudah menyerah dan putus asa di tengah perjalanan. Ditambah lagi dengan doa dari orang tua, kita semua tahu kalau doa orang tua sangat lah mudah untuk dikabulkan. Oleh karenanya, kita harus menjaga sikap dan jangan sampai membuat hati orang tua tersakiti.

Pemuda berusia 22 tahun itu menyatakan, kalau dampak dari proses pembelajaran olimpiade pasti ada. Seperti, kenyataan yang Reza hadapi ketika harus banyak mendapatkan dispensasi untuk mengikuti pembinaan olimpiade serta harus meninggalkan pelajaran di kelas yang alhasil akan tertinggal pelajaran yang di kelas. Namun, hal tersebut dikembalikan kepada siswa yang bersangkutan, siswa harus bisa mensiasati bagaimana caranya agar tetap berprestasi di kelas dan tidak mempengaruhi nilai di raport kelak.

Setiap keberhasilan yang ingin dicapai, tidaklah lepas dari kendala yang mungkin akan di hadapi. Kendala yang sering terjadi adalah rasa percaya diri yang memudar ketika melihat saingan-saingan yang lebih hebat , jago atau lebih berpengalaman. Biasanya tiba-tiba didalam benak peserta , akan terbesit pemikiran “Aduh, mereka dari SMA favorit, pasti lebih pintar. Mungkin aku akan gugur di babak pertama” “Anak itu dari kota besar, sedangkan aku cuman dari pelosok. Bisa jadi pengetahuan dia lebih luas.” Buang semua pikiran negatif itu. Karena, di ajang olimpiade semua peserta mempunyai tujuan yang sama yaitu mengukir prestasi serta mengharumkan nama sekolah. Tidak perlu ada perasaan malu atau minder, yang di perlukan hanyalah fokus dan konsentrasi mengahadapi olimpiade. Tingkatkan rasa percaya diri dengan mengandalkan pembinaan atau pelatihan yang rajin di ikuti serta usaha dan doa yang telah di persiapkan semaksimal mungkin. Dengan rasa percaya diri yang dimiliki, kelak akan mempelancar selama olimpiade berlangsung dan pikiran akan lebih jernih serta hasil yang didapatkan akan sesuai dengan apa yang di inginkan.

Untuk generasi muda sekarang yang akan menjadi penerus bangsa jika ingin sukses. Pertama, cobalah mengurangi kegiatan menonton TV, terutama program acara yang tidak bermanfaat. Karena, dengan menonton tv banyak waktu yang di sia-siakan. Coba Anda pikirkan ketika mononton acara di TV, kita hanya diam saja dan tak terasa waktupun berlalu dengan cepat dan tidak ada manfaat yang kita dapatkan. Padahal, waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk belajar atau kegiatan yang lebih berguna lainnya. Kedua, kurangi ‘bermain’ di social network. Kebanyakan generasi muda sekarang betah berjam-jam di depan gadget untuk membuka twitter, facebook dan yang lainnya. Serta kegiatan yang dilakukan hanya iseng membaca status orang-orang. Betapa lebih baik apabila waktunya digunakan untuk membaca buku atau belajar. Ketiga, harus tekun dan fokus terhadap keputusan yang sudah diambil. Jangan sampai, setengah setengah menjalani keputusan yang sudah diambil. Sekali terjun harus serius dan fokus. Selanjutnya, pikirkan lah tujuan masa depan yang dinginkan. Jangan pernah sesekali mengikuti arah atau tujuan hidup orang lain serta jangan menjalani hidup dengan perasaan yang terpaksa, melainkan dengan perasaan yang senang dan tenang.

—- Sumber : Tugas Wawancara Bahasa Indonesia gue dan tim hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s